Review Struktur SO dan Status Proses SO

Struktur Sistem

Komponen-komponen Sistem

Pada kenyataannya tidak semua sistem operasi mempunyai struktur yang sama. Namun menurut Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:

  • Managemen Proses.
  • Managemen Memori Utama.
  • Managemen Secondary-Storage.
  • Managemen Sistem I/O.
  • Managemen Berkas.
  • Sistem Proteksi.
  • Jaringan.
  • Command-Interpreter system.

Jenis Struktur Sistem

Dewasa ini, telah banyak struktur sistem yang digunakan oleh sistem operasi. Secara garis besar diantaranya adalah:

1. Struktur sederhana, contoh MS DOS dan Unix (Original Design)

2. Monolithic system, contoh Linux, Unix Modern

3. Mikrokernel system, contoh BeOS, OS/2, POSIX, DOS, JavaOS

4. Layered approach, contoh Unix termodifikasi, OS/2, THE, WinNT (hybrid)

5. Mesin virtual, contoh IBM VM, JavaOS

6. Client server model

 

Status Proses

Proses yang dieksekusi mempunyai lima status yang terdiri dari:

  1. New : pembentukan suatu proses
  2. Running : instruksi-instruksi yang sedang dieksekusi
  3. Waiting : proses menunggu untuk beberapa event yang terjadi
  4. Ready : menunggu untuk dialirkan ke pemroses (processor)
  5. Terminated : proses telah selesai dieksekusi

Kelima status proses tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut:diagram-status-proses-300x128

JavaOS : Tak tergantung platform

JavaOS bekerja pada spasi beralamat tunggal, tanpa memperdulikan dengan cara apakah nanti platform-platform akan memprosesnya. tak ada modus supervisor, meski mendukung kode alamat yang menunjukkan driver bagi device tertentu. Kode-kode alamat memungkinkan driver melakukan akses yang tak tersedia pada aplikasi Java normal. Kumpulan tatacara akses tersebut disebut JDI atau Java Driver Interface, yang menyediakan dukungan pada driver dari device-device tertentu.

javarsi
Arsitektur JavaOS

Jantung dari JavaOS berada dalam JVM (Java Virtual Machine). layanan sistem Java, drivers, applets dan eksekusi aplikasi akan dilakukan di JVM. Sebuah kernel mikro menyediakan layanan platform dasar (lihat pada gambar arsitektur JavaOS). Selain itu juga ada fasilitas untuk memunggahkan bootstarp (dikenal dengan sebutan booter) yang akan memunggahkan inti image OS. JavaOS adalah satu-satunya sistem yang mencoba untuk mengimplementasi fungsi sistem operasi dalam bahasa Java secara lengkap. JavaOS mengimplementasi platform Java agar dapat menjalankan aplikasi atau applet yang mengakses fasilitas dari beberapa objek. Selain itu, JavaOS juga mengimplementasikan JVM dan lapisan fungsionalitas untuk windowing, jaringan, dan sistem berkas tanpa membutuhkan dukungan dari sistem operasi lokal. JavaOS mendefinisikan platform seperti halnya CPU, memori, bus, dan perangkat keras lainnya. Platform independen dari sistem operasinya disebut JavaOS runtime, sedangkan bagian platform yang nonindependen dari sistem operasinya disebut JavaOS kernel.

Capture
Struktur sistem operasi JavaOS

JavaOS terbagi menjadi dua, yaitu kode platform independen dan platform non – independen. Kode platform non independen merujuk kepada kernel dan terdiri atas mikrokernel dan JVM. Mikrokernel menyediakan layanan menajemen memori, interupsi dan penganan trap, multithread, DMA, dan fungsi level rendah lainnya. JVM menerjemahkan dan mengeksekusi bytecode Java. Tujuan dari kernel adalah untuk meringkaskan spesifikasi perangkat keras dan menyediakan platform antarmuka yang netral dari sistem operasi.

Kernel JavaOS
Kernel JavaOS membutuhkan antarmuka untuk underlying machine dengan JVM. Hal ini memungkinkan kernel untuk menjadi lebih kecil, cepat, dan portabel. Beberapa fungsi yang disediakan oleh kernel di antaranya adalah:

  1.  Sistem Booting
  2.  Exceptions
  3.  Thread
  4.  Manajemen Memori
  5.  Monitor
  6.  Sistem berkas
  7.  Timing
  8.  DMA
  9.  Debug

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *